Di
Tepi Sejarah - MATA KAMERA

Kassian Cephas adalah tokoh fotografi profesional pertama di Hindia Belanda (Indonesia). Lahir di Sleman tahun 1845. Menjadi anak angkat misionaris Belanda, Frederik Berdnard Franciscus Schalk. Dalam asuhan Schalk, ia mendapatkan didikan ala Eropa dan mendapatkan ilmu fotografi. Karya-karya Cephas menjadi koleksi KITLV dan menjadi dokumentasi penting bagi titik mula fotografi Indonesia. Foto-foto Cephas yang berharga tidak lantas menjadikan namanya dikenal. Sejarah tidak mencatat namanya sebagai pelopor fotografer profesional yang mengangkat nilai-nilai luhur bangsa.
Director
M. N. Qomaruddin, Yosep Anggi Noen
Actor/Actress
M. N. Qomaruddin

Di Tepi Sejarah - KACAMATA SJAFRUDDIN

Sjafruddin Prawiranegara adalah Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang demi siasat politik diplomasi, dilupakan dan dihela ke tepi sejarah. Kisah yang ironis, sebab sebagai Ketua PDRI ia merupakan kepala pemerintahan Republik yang sah. Antara PDRI dan PRRI, sejarah mencatat nama Sjafruddin Prawiranegara; penyelamat Republik yang juga dianggap sebagai pengkhianat. Di masa Orde Baru, Sjafruddin aktif dalam organisasi keagamaan dan terkenal keras menentang digunakannya Pancasila sebagai alat politik pemerintah. Sjafruddin wafat pada 15 Februari 1989, dan pada 2011 ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Sjafruddin Prawiranegara adalah Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang demi siasat politik diplomasi, dilupakan dan dihela ke tepi sejarah. Kisah yang ironis, sebab sebagai Ketua PDRI ia merupakan kepala pemerintahan Republik yang sah. Antara PDRI dan PRRI, sejarah mencatat nama Sjafruddin Prawiranegara; penyelamat Republik yang juga dianggap sebagai pengkhianat. Di masa Orde Baru, Sjafruddin aktif dalam organisasi keagamaan dan terkenal keras menentang digunakannya Pancasila sebagai alat politik pemerintah. Sjafruddin wafat pada 15 Februari 1989, dan pada 2011 ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

play

Di Tepi Sejarah - MATA KAMERA

Kassian Cephas adalah tokoh fotografi profesional pertama di Hindia Belanda (Indonesia). Lahir di Sleman tahun 1845. Menjadi anak angkat misionaris Belanda, Frederik Berdnard Franciscus Schalk. Dalam asuhan Schalk, ia mendapatkan didikan ala Eropa dan mendapatkan ilmu fotografi. Karya-karya Cephas menjadi koleksi KITLV dan menjadi dokumentasi penting bagi titik mula fotografi Indonesia. Foto-foto Cephas yang berharga tidak lantas menjadikan namanya dikenal. Sejarah tidak mencatat namanya sebagai pelopor fotografer profesional yang mengangkat nilai-nilai luhur bangsa.

Kassian Cephas adalah tokoh fotografi profesional pertama di Hindia Belanda (Indonesia). Lahir di Sleman tahun 1845. Menjadi anak angkat misionaris Belanda, Frederik Berdnard Franciscus Schalk. Dalam asuhan Schalk, ia mendapatkan didikan ala Eropa dan mendapatkan ilmu fotografi. Karya-karya Cephas menjadi koleksi KITLV dan menjadi dokumentasi penting bagi titik mula fotografi Indonesia. Foto-foto Cephas yang berharga tidak lantas menjadikan namanya dikenal. Sejarah tidak mencatat namanya sebagai pelopor fotografer profesional yang mengangkat nilai-nilai luhur bangsa.

play

Di Tepi Sejarah - PANGGIL AKU GOMBLOH

Gombloh, seorang musisi dan penyanyi Indonesia. Jiwa nasionalismenya 24 karat. Namanya melambung setelah menciptakan lagu “Kebyar-Kebyar”. Gombloh memang sangat sederhana. Ia tak mau hidup glamour, sok ngartis bergelimang harta. Lagunya berbicara lantang tanpa tedeng aling-aling. Kematiannya pada Januari, 1988, membuat rakyat Surabaya memenuhi ruas-ruas jalan Kota Pahlawan hingga menyebabkan kemacetan sepanjang lima kilometer dari kompleks pemakaman Tembok. Semua hal bisa diubah lewat cinta. Gombloh mendefinisikan cinta tak sebatas perasaan suka antara pria dan wanita. Tapi juga cinta tanah air, cinta sesama, cinta lingkungan dan cinta keluarga. Ia menamakannya revolusi melankolia. Revolusi cinta. Revolusi cinta dari Surabaya.

Gombloh, seorang musisi dan penyanyi Indonesia. Jiwa nasionalismenya 24 karat. Namanya melambung setelah menciptakan lagu “Kebyar-Kebyar”. Gombloh memang sangat sederhana. Ia tak mau hidup glamour, sok ngartis bergelimang harta. Lagunya berbicara lantang tanpa tedeng aling-aling. Kematiannya pada Januari, 1988, membuat rakyat Surabaya memenuhi ruas-ruas jalan Kota Pahlawan hingga menyebabkan kemacetan sepanjang lima kilometer dari kompleks pemakaman Tembok. Semua hal bisa diubah lewat cinta. Gombloh mendefinisikan cinta tak sebatas perasaan suka antara pria dan wanita. Tapi juga cinta tanah air, cinta sesama, cinta lingkungan dan cinta keluarga. Ia menamakannya revolusi melankolia. Revolusi cinta. Revolusi cinta dari Surabaya.

play

Di Tepi Sejarah - SENANDUNG DI UJUNG REVOLUSI

Ismail Marzuki tak pernah memanggul bedil, apalagi terlibat perang fisik melawan penjajah. Sejak berusia sangat muda, ia memilih memeluk musik sebagai jalannya untuk turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Masa kreatifnya sebagai musisi terjadi di saat penjajahan Jepang, sampai agresi militer oleh Belanda akhir tahun 1940-an. Lagu ciptaannya yang populer seperti “Rayuan Pulau Kelapa”, “Sapu Tangan dari Bandung Selatan”, “Indonesia Pusaka”, dan “Sepasang Mata Bola”, telah menjadi inspirasi para pejuang di garis depan. Sampai kemudian ia meninggal di usia 44 tahun, pada tanggal 25 Mei 1958, Ismail tercatat telah menciptakan lebih dari 200 lagu. Lagu-lagunya hadir di ujung revolusi, justru untuk menandai Indonesia sedang memasuki era baru sebagai bangsa yang berdaulat. Karena jasanya itu, pemerintah Indonesia memberinya gelar pahlawan nasional tahun 2004.

Ismail Marzuki tak pernah memanggul bedil, apalagi terlibat perang fisik melawan penjajah. Sejak berusia sangat muda, ia memilih memeluk musik sebagai jalannya untuk turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Masa kreatifnya sebagai musisi terjadi di saat penjajahan Jepang, sampai agresi militer oleh Belanda akhir tahun 1940-an. Lagu ciptaannya yang populer seperti “Rayuan Pulau Kelapa”, “Sapu Tangan dari Bandung Selatan”, “Indonesia Pusaka”, dan “Sepasang Mata Bola”, telah menjadi inspirasi para pejuang di garis depan. Sampai kemudian ia meninggal di usia 44 tahun, pada tanggal 25 Mei 1958, Ismail tercatat telah menciptakan lebih dari 200 lagu. Lagu-lagunya hadir di ujung revolusi, justru untuk menandai Indonesia sedang memasuki era baru sebagai bangsa yang berdaulat. Karena jasanya itu, pemerintah Indonesia memberinya gelar pahlawan nasional tahun 2004.

play
overlay-footer
banner-footer

SIGN UP NOW AND ACCESS OUR FEATURED CONTENT
FOR FREE!

Register Here.