PENGETAHUAN
TRADISIONAL

Rumah Adat Nias Digempur Zaman

Arsitek tradisional Nias diakui dunia. Pengetahuan mereka tentang rumah tahan gempa mendahului para arsitek Jepang!  

 

Oleh Theresia Widiningtyas

Desa Bawömataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 2017. Dalam bahasa Nias, “Bawömataluo” berarti “Bukit Matahari”, sesuai posisinya yang berada di bukit, sekitar 324 meter di atas permukaan laut.

Arsitektur rumah-rumah tradisional Desa Bawömataluo sangatlah unik dan mengagumkan. Ada tiga tipe rumah tradisional Nias Selatan, yaitu omo hada, omo tuho, dan omo sebua. Omo hada digunakan untuk menyebut rumah rakyat biasa, omo tuho untuk rumah bangsawan atau masyarakat berstatus sosial tinggi, sedangkan omo sebua untuk rumah kepala adat atau raja dan biasanya menjadi rumah terbesar di desa. Selain sebagai tempat tinggal, omo sebua juga simbol kebesaran keluarga bangsawan dan pusat kepemimpinan desa. Dan  dengan panjang 29,8 meter dan lebar 9 meter, omo sebua Bawömataluo menjadi bangunan tradisional yang tidak saja paling besar di desa melainkan juga di seluruh Pulau Nias. 

Rancangan tahan gempa 

Arsitektur tradisional Nias sangat luar biasa. Gempa yang sering melanda Nias membuat masyarakatnya ahli dalam membuat rumah tahan gempa. Rumah dibangun dari kayu-kayu yang disambung tanpa paku, dengan atap dari rumbia. Rumah itu disangga ndriwa, penyokong yang dipasang secara diagonal di antara tiang-tiang vertikal di bawah rumah dan menyangga rumah ke empat arah. Tiang-tiang ndriwa itu tidak dipancang ke dalam tanah, melainkan berdiri di atas lempengan batu.

Teknik pembuatan fondasi rumah tahan gempa ini sudah dipraktikkan masyarakat Nias sejak ratusan tahun lalu. Teknik serupa baru dikuasai insinyur-insinyur terbaik Jepang pada tahun 1990-an. Inilah bukti kehebatan pengetahuan nenek moyang kita!  

Ancaman kepunahan

Kini, rumah adat di Desa Bawömataluo hanya tersisa sekitar 143 unit. Itu pun, sebagian sudah tidak lagi mempertahankan bangunan asli. Beton menggantikannya. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Desa Bawömataluo, tetapi di seluruh wilayah Pulau Nias. 

Ada tiga hal penyebab sulitnya mempertahankan keaslian rumah adat Nias, yaitu harga kayu, biaya perawatan atap rumbia, dan budaya Nias sendiri. Akibat kerusakan hutan, kayu-kayu keras berkualitas tinggi tidak lagi banyak dijumpai sehingga harganya sangat mahal. Atap rumbia idealnya diganti setiap tahun, namun biayanya mencapai jutaan rupiah. Selain itu, pembangunan atau renovasi rumah adat harus didahului upacara pemotongan babi, yang harganya juga jutaan rupiah. 

Keprihatinan terhadap ancaman kepunahan rumah adat Nias ini mendorong inisiatif banyak pihak untuk menggiatkan konservasi. Museum Pusaka Nias, misalnya. Pada periode 1995-2007, museum swasta yang berlokasi di Gunungsitoli ini membuat miniatur 14 rumah adat Nias dengan konsep arsitektur yang berbeda. 

Ya, Pemerintah memang mengangkat Desa Bawömataluo sebagai cagar budaya nasional agar lebih mudah dicermati. Tapi bukan berarti kita akan diam saja melihat para arsitek jagoan itu musnah bersama pengetahuan dan hasil kerjanya, bukan?  

Editor Nuria Soeharto

Foto: Svensson, Björn & Shanti Fowler (eds.). 2017. “Arsitektur Nias”. Museum Nias (online) Diakses 14 Agustus 2021.


Sumber:

Hämmerle, Johannes M. 2007. “Antara Budaya Batu dan Omo Niha”. Nias: Kebangkitan Budaya Negeri Bencana, Sisipan National Geographic Indonesia, Juni 2007 (4-11). Jakarta: Gramedia Majalah

Pramaresti, Elyada Wigati. 2019. “Tiga Tipe Tata Ruang Desa Tradisional di Nias Selatan, Sumatera Utara”. KALPATARU, Majalah Arkeologi Vol. 28 No.2, November 2019 (45-60). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Puccioni, Vanni. 2016. Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modligiani di Nias Selatan Tahun 1886. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Svensson, Björn & Shanti Fowler (eds.). 2017. “Arsitektur Nias”. Diakses 10 Agustus 2021. 

Waruwu, Dermawan. 2018. Bawomataluo Wisata Nias Pulau Impian. Yogyakarta: Deepublish

 

Penulis:

IndonesianaTV

19 Agustus 2021

overlay-footer
banner-footer

DAFTAR ANGGOTA DAN AKSES KONTEN UNGGULAN
SECARA GRATIS

Daftar di sini