KABAR
BUDAYA

Bersama Memajukan Budaya

Kanal Indonesiana memberi tempat bagi publik untuk berpartisipasi dan berekspresi mengungkapkan cinta pada negeri, memajukan budaya kita. 

 

Kanal Indonesiana yang resmi diluncurkan pada 3 September 2021 lalu diharapkan menjadi media ekspresi, pustaka, dan promosi budaya Indonesia yang terintegrasi. Partisipasi publik adalah kunci mencapai tujuan tersebut. Dalam bincang-bincang virtual yang menjadi bagian acara peluncuran Kanal Indonesiana, Menteri Pendikdikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, pegiat budaya Didi Ninik Thowok, serta penyanyi belia Vira Talisa berdialog seru membahas realita ekspresi budaya Indonesia di tengah masyarakat dan berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk berpartisipasi memajukan budaya. 

Minim ditampilkan

Menurut Didi Ninik Thowok, media arus utama, khususnya televisi, sangat jarang memberi panggung bagi pelaku seni budaya. Namun demikian, geliat seni budaya tradisi Indonesia terus bergerak di daerah-daerah. Di pojok-pojok negeri kita, banyak pelaku seni budaya yang tidak pernah ditampilkan atau didokumentasikan media arus utama, padahal mereka memiliki keahlian mumpuni dan sebagian bahkan sudah berusia lanjut. 

“Saya pernah bertemu seorang ibu di Palopo (Sulawesi Selatan) yang sudah sangat sepuh, seorang pewaris Tari Pajaga. Kesempatan beliau untuk didokumentasikan sangat kurang,” kata maestro seni tari Indonesia itu. 

Minimnya konten budaya Indonesia di media arus utama juga menjadi salah satu penyebab generasi muda, terlebih di kota-kota besar, tidak mengenal seni budaya tradisi. Padahal, ketika ada kesempatan untuk memperhatikan karya seni budaya Indonesia, terutama secara langsung, mereka sangat menikmatinya. Mereka begitu terpikat dengan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini diakui Vira Talisa yang jatuh cinta dengan kesenian gondang sewaktu berkunjung ke Samosir, Sumatera Utara, tahun 2020. 

“Kalau tradisi musik seperti itu bisa diekspos dan disajikan di televisi atau platform digital, kami akan sangat senang. Ini memberi kemudahan bagi kami untuk melihat berbagai ragam budaya yang sangat-sangat indah dan magis,” ujar Vira yang terjun ke industri musik Tanah Air sejak 2016. 

Andil masyarakat

Didi dan Vira merasa optimis harapan mereka akan terwujud dalam Kanal Indonesiana. Apalagi ketika Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan, Kanal Indonesiana dirancang dengan semangat kolaborasi, dalam arti bahwa para pelaku budaya dapat berpartisipasi memperkaya kontennya. 

“Kanal ini bisa menjadi jembatan bagi pelaku budaya yang mungkin belum terlalu populer atau belum mencapai sukses komersial. Juga bagi yang sudah sukses secara komersial, dapat melakukan format-format berbeda, yang mungkin tidak diterima oleh kanal-kanal (media) lain,” tutur Nadiem. 

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid memaparkan lebih lanjut, Kemdikbudristek akan mencari dan mengkurasi karya-karya budaya yang berkualitas dari seluruh Indonesia untuk memperkaya konten Kanal Indonesiana, misalnya melalui kompetisi film pendek atau film dokumenter. Masyarakat juga dapat berperan aktif mengusulkan karya budaya ke Kanal Indonesiana. 

“Caranya bisa dengan upload trailer atau karya yang singkat di media sosial masing-masing dan cukup mention kita di website atau media sosial Kanal Indonesiana. Nanti redaksi akan menghubungi. Kalau pas dengan konsep tayangan kita, bisa langsung kerja sama,” ujar Hilmar. 

Selain mengusulkan karya budaya, kita juga bisa ikut andil mencintai dan memajukan budaya dengan hal sederhana: menyimak tayangan-tayangan budaya di Kanal Indonesia lewat situs indonesiana.tv atau siaran televisi jaringan Indihome saluran 200 (SD) dan 916 (HD). Hal ini dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. 

“Kalau nonton bareng keluarga, selain menghibur, banyak juga maknanya. Apalagi tayangan budaya di Kanal Indonesiana. Sebagai orang tua, kita sekaligus bisa mengedukasi dan meningkatkan nasionalisme anak-anak,” kata Hetifah.

Kawan Budaya Indonesiana (Kayana) yang ingin mengusulkan karya budaya atau beropini mengenai budaya Indonesia sila menulis surel ke redaksi@indonesiana.tv. Kayana juga bisa mengontak kami lewat Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan TikTok. Ayo, tunjukkan seberapa besar cinta kita pada Indonesia! Bersama kita majukan budaya bangsa! 

Foto: indonesiana.tv

Editor Nuria Soeharto

 

 


 

Penulis:

Theresia Widiningtyas

8 September 2021

overlay-footer
banner-footer

DAFTAR ANGGOTA DAN AKSES KONTEN UNGGULAN
SECARA GRATIS

Daftar di sini