PUSTAKA
NUSA

Tinutuan Bubur untuk Bertahan Hidup

Tinutuan Bubur untuk Bertahan Hidup

Tinutuan adalah nama lain dari bubur Manado yang berasal dari Sulawesi Utara.
Menurut cerita, terdapat sejarah tentang terciptanya bubur Tinutuan. Dulu keadaan ekonomi masyarakat di Kota Manado sangat susah sehingga mereka sulit untuk membeli makanan. Untuk mengurangi beban biaya hidup, masyarakat saat itu memasak sayur-sayuran yang ada di sekitar rumah dan mencampur dengan sedikit beras, lalu dimasak hingga beras menjadi bubur. Jadilah bubur Tinutuan yang kita kenal saat ini.


Bubur Tinutuan terbuat dari campuran beras, ubi, labu kuning, jagung manis, serta aneka sayuran seperti daun melinjo muda, bayam, daun kangkung, dan daun kemangi. Bumbu yang digunakan adalah garam, sereh, daun bawang, dan daun kunyit. Bubur Tinutuan dapat diberi pelengkap ikan asin dan sambal dabu-dabu bagi yang menyukai pedas. Ikan asin yang digunakan adalah ikan asin jambal yang dipotong dadu kecil-kecil, dicuci, lalu digoreng hingga kering. Untuk sambal dabu-dabu bahannya adalah cabai rawit merah, cabai rawit kecil, bawang merah, dan tomat semuanya diiris kecil, lalu dicampur air jeruk nipis, dan garam.

Meski awalnya Tinutuan diciptakan demi bertahan hidup, kini untuk mempertahankan kenikmatan rasa.

Sumber: https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/mengenal-bubur-tradisional-nusantara/

Penulis:

Super Admin

16 Agustus 2021

overlay-footer
banner-footer

DAFTAR ANGGOTA DAN AKSES KONTEN UNGGULAN
SECARA GRATIS

Daftar di sini