PUSTAKA
NUSA

Mengawal Wejangan Sang Maha Guru

Teks klasik Sanghyang Sasana Maha Guru mengisi masa depan literasi Sunda Kuno.

 

Oleh Aditia Gunawan/Filolog Naskah Sunda Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Sanghyang Sasana Maha Guru (SSMG) adalah teks prosa Sunda Kuno yang berasal dari masa pra-Islam. Sejauh ini, teks SSMG ada dalam dua naskah lontar. Naskah pertama tersimpan di Perpustakaan Nasional kita di Jakarta, sedangkan naskah kedua ada di Situs Kabuyutan Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Garut. Tulisan ini akan memaparkan teks SSMG dari naskah pertama.

Teks SSMG menggunakan aksara dan bahasa Sunda Kuno. Meski demikian, beberapa bagian dalam teks juga menggunakan bahasa Jawa Kuno, terutama pada bagian akhir, dan Sanskerta, terutama dalam siloka, yaitu peribahasa Sunda yang tersembunyi maknanya dan punya arti mendalam. Naskah ini disumbangkan Bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusumah IV sekitar tahun 1875 ke Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschapen yang merupakan cikal bakal Museum Nasional RI.

Teks SSMG ditulis dalam bentuk prosa yang berisi wejangan keagamaan. Di hampir seluruh bagiannya, teks SSMG berisi wejangan dari Sang Pandita kepada muridnya, Sang Séwaka Darma. Di dalamnya, siloka-siloka pendek dalam bahasa Sanskerta, seringkali berupa parafrase dan keterangan dari parafrase tersebut. Di samping wejangan keagamaan, teks SSMG juga rinci menguraikan pembagian jenis sastra serta etika bermasyarakat Sunda di masa itu.

Bagian kolofon menerangkan bahwa teks SSMG ini selesai ditulis (atau disalin?) pada bulan kapat (antara September sampai Oktober) tanpa penyebutan angka tahun. Identitas penulis tidak disebutkan secara jelas. Ia hanya menyebut dirinya seorang bocah yang sedang bertapa menimbang emas. Suasana yang melatarinya jelas suasana pra-Islam. Penulis (penyalin) juga mencatat bahwa teks ini selesai dikerjakan di sebuah wilayah yang disebut Desa Mahapawitra di Gunung Jedang. Secara harfiah, mahapawitra berarti “sangat suci, sangat murni”. Mungkin sebutan ini hanyalah sebuah julukan untuk wilayah yang disucikan dan tidak merujuk wilayah tertentu.

Konsepsi keagamaan

Teks SSMG kiranya termasuk teks paling rinci dan sistematis yang membahas konfigurasi agama masyarakat Sunda setidaknya pada waktu teks ini dihasilkan. Pembahasan keagamaan itu dituliskan dalam 48 bab.

Penulis mempersembahkan karyanya kepada Sri Batara Gana (Ganesha), yang menciptakan gebang dan lontar sebagai sarana penulisan pengarang. Penulis juga bersyukur pada Sri Batara Gana yang mengaruniakan asta (tangan), gangga (air), wira (pena dan kuas), dan tanu (tinta) sehingga ia dapat menyelesaikan karyanya. Penulis pun memuja Swaraswati, Dewi yang keluasan ilmu pengetahuannya bagaikan permata yang bersinar.

Teks SSMG juga membahas potensi dalam diri manusia. Secara kasat mata, potensi itu muncul dalam sepuluh alat persepsi (dasaindriya). Potensi lain yang tidak kasat mata mencakup tiga unsur dalam diri manusia, yaitu bayu “tenaga”, sabda “ucapan”, dan hedap “pikiran”.

Etika bermasyarakat

Secara umum, teks SSMG memang keagamaan, namun teks itu juga memberi gambaran tentang kehidupan masyarakat Sunda pada waktu teks ini ditulis, seperti etika, tata krama, perilaku sosial, dan lain-lain. Di situ tertulis aturan-aturan yang khusus diperuntukkan bagi laki-laki, seperti tidak boleh menginginkan gadis yang sudah bertunangan dan tabu menjalin asmara dengan sanak saudara.

Ada pula bagian yang mengatur etika. Misalnya, buang air besar di pinggir jalan adalah perilaku yang tercela. Memakai wangi-wangian dan tercium oleh orang banyak adalah perbuatan yang berlebihan.

Teks SSMG ini memang kuno, namun kekayaan isinya menjadi sumbangan dalam  mengungkap tidak saja naskah Sunda Kuno tetapi juga keagamaan dan etika masyarakat Sunda di masa lalu.

Editor Theresia Widiningtyas | Nuria Soeharto

Tulisan asli dan foto:

Gunawan, Aditia. 2011. “Membaca Teks Sunda Kuna Sanghyang Sasana Maha Guru”. Disajikan dalam Konferensi Internasional Budaya Sunda II (KIBS II), 19-22 Desember 2011. Diakses 14 Agustus 2021 dari https://www.academia.edu/5395489/_2011_Membaca_Teks_Sunda_Kuna_Sanghyang_Sasana_Maha_Guru

Penulis:

Admin

30 Agustus 2021

overlay-footer
banner-footer

DAFTAR ANGGOTA DAN AKSES KONTEN UNGGULAN
SECARA GRATIS

Daftar di sini